Minggu, 23 Oktober 2011

masihkah hujan yang sama?

hujan..
kau kembali menyapaku rupannya
bersama dengan berbagai kemelut rasa

hujan..
rintikmu menggelitikku
serupa butiran pasir di tepian laut
berhambur deras serupa tangisan

hujan..
kau dan debu, menyatu dalam nyanyian
aku menyimak dari tepian beranda
tergoda untuk beranjak
aku rindu tetesanmu..

hujan..
biarkan aku disini menemanimu
biarkan aku meresapi keberadaanmu
biarkan aku lebih lama dalam dekapanmu
biarkan aku mampu meyakinimu
bahwa kau masih hujan yang sama..

ketika hujan kembali mengetuk jendela kamarku










Jumat, 14 Oktober 2011

mengharap diam kan mengurai makna

Saat kata-kata mulai lapuk terabaikan..
Diam terdengar lebih bijaksana..
Karena ia bukan sekedar hening yang berpendar tanpa nyawa..
Karena nyawanya adalah makna..
---o0o---

Aku tak sedang berbicara tentang makna
Karena aku hanya sekedar ingin berkata-kata
Aku tak mengharap mereka akan mengerti
Karena seringkali, kata-kata sudah cukup hanya dengan dinikmati..
---o0o----

Banyak hal yang perlu terucap
Banyak hal yang perlu dijelaskan
Namun terkadang semua sudah cukup hanya dengan diam
Karena ucapan dan penjelasan sudah tak lagi mampu tuk mengungkapkan
----o0o----

Note:
Lagi-lagi tertuang begitu saja disela-sela menunggu jam kuliah dimulai, berselimut gerah pula..dasar kota!!!  Hujan..kapan berkunjung ke kotaku??

 

Selasa, 11 Oktober 2011

catatan kosong

rinai hujan masih rintik
mengelabui hening
senja masih menggema
tanpa suara

dan esok masih sama

langit takkan melepas biru
seperti aku..
mataku...

---o0o-----

aku..mataku..

masih lekat terpaku
lapuk bersama  waktu

lenyap masih menggema
meski dalam hening yang terpenjara

rindu hujan

aku menatapmu langit,
dan kudengar awan-awan penghunimu bercengkrama
serupa dentingan melodi yang mengalun sayup

kau meredup,
dan mereka mulai takut

aku tersenyum menunggu
saat-saat rintik hujan mulai menenggelamkan ragamu

aku rindu hujan

# di sela-sela waktu kuliah, mengisi waktu luang, meratapi gerahnya kotaku