Kamis, 09 Mei 2013

Berlari menyambut hujan rasanya seperti berlari menjemput selimut hangat
Menghangatkan hati yang telah terlanjur dingin dan beku
meski tubuh mulai menggigil dan kulit menjadi keriput kedinginan

Tetesannya tak serupa tusukan jarum 
yang menyuarakan jerit kesakitan yang tertahan
Melainkan tepukan-tepukan lembut yang menenangkan

Hujan menghapus jejak-jejak kesedihan
Seolah tak pernah tercipta senyawa bernama air mata

Mungkin Tuhan telah menyisipkan doa-doa bahagia pada tiap tetesannya
Mengizinkannya turun ke bumi diiringi irama-irama teduh dari surga