Jumat, 27 Mei 2011

Cenat-Cenut

adakah cinta nampak layaknya  gaya lorentz  yang kan saling menolak satu sama lain kala kedua pandangan  kembali saling beradu namun tak lagi melukiskankan arus asa yang sejalan…?

adakah cinta kan  terjamah oleh pandangan mata kala rasa itu hanya kau simpan rapi di balik lengkung cermin dirimu yang gelap..?  bukankah kau hanya akan menari bersama semu bayangnya  yang terus kau jaga dan kau dekap erat dalam kebisuan gelap anganmu..

adakah cinta masih mampu tegak berdiri di ruang hatimu, kala cahaya yang datang menuntunmu menemukan cekungan di hatinya yang tak lagi utuh untukmu? Mungkin bayangan duniamu yang terbalik seketika akan tergambar begitu nyata di ruang fikirmu..

adakah cinta yang datang akan kau biaskan menjauhi normal logikamu kala kau mendapati hasrat tuk memiliki yang lebih besar?

Entahlah, yang ku tahu cinta tak memerlukan prisma tuk menguraikan warna-warnanya, karena cinta akan menguraikan sendiri warna-warnanya kala ia mulai menyentuh lembaran sketsa hidupmu..

Cinta tak perlu  rumus-rumus dari para fisikawan hebat untuk menyelesaikan persoalannya, karena cinta hanya perlu kedewasaan dan saling menghargai..

Cinta tak perlu dianalisa dengan gambar ataupun grafik, karena sering kali cinta sulit tuk diterjemahkan bahkan dengan untaian panjang kosa kata dan angka sekalipun…

# mba’y gila gara2 cinta ya?
*bukan, gila gra2 laporan lebih tepatnya...





remember you (again)
 
Seandainya semilir angin berkenan menyampaikan sapa ku untukmu..akankah kau mau mendengar bisikannya?
Seandainya dentingan hujan mulai melantunkan senandungku untukmu, akankah kau sejenak menutup mata tuk meresapinya?
Seandainya pelangi tlah melukiskan senyumku untukmu di langit sana, akankah kau menengadah tuk menatapnya dengan hatimu?
Seandainya mentari mulai mengisyaratkan kedatangannya, akankah kau meraih tanganku..mengajakkku serta berlari tuk menyambutnya?
Seandainya riuh canda sakura mulai mekar disana, akankah kau berkenan melukis hamparan langit dengan semburat merahnya bersamaku?
Seandainya dentuman petir mulai membuatku menggigil ketakutan, akankah kau mengizinkanku bersembunyi di balik dekap hangatmu?
Seandainya..seandainya kau masih ada disini, masih menjagaku….

Kau slalu mendengar ceritaku namun tidak untuk bisikanku..
Kau slalu bersenandung bersamaku dan bukan mendengar senandungku untukmu..
Kau slalu menatapku namun tak ku temukan bayangan diriku terpantul lewat bening bola matamu…
Kau slalu tersenyum untukku namun benarkah itu terjemah dari dalam hatimu ?

Taukah kau..
Aku tak pernah benar-benar kuat bertahan tanpamu..
Aku tak pernah benar-benar berdiri tegak selain saat berada di sisimu..
Aku tak pernah benar-benar tersenyum kala menyadari kau tak lagi menjagaku..
Aku tak pernah benar-benar mampu melupakanmu...

Taukah kau…
Ketakutan terbesarku adalah bila suatu saat nanti aku benar-benar melupakanmu….
Bila tiba saatnya nanti aku benar-benar melupakan segalanya tentangmu…
Melupakan seberkas senyum yang slalu terlukis di wajahmu..
Melupakan setiap jejak langkah yang terangkai bersamamu..
Melupakan setiap celotehan yang meluncur dari lembut suaramu..
Melupakan setiap rengekan lucu yang terselip diantara sketsa ekspresimu..
Melupakan setiap perhatian yang kau sematkan di antara untaian kata-katamu..
Tunjukkan padaku bagaimana aku akan mampu melupakanmu..
Sedang setiap jengkal bayangmu masih begitu jelas tergambar di setiap jeda ingatanku…

Setahun lalu..masih ingatkah akan pesan yang kau sampaikan pada bangau-bangau kertas penjagaku?
Sungguh aku hanya ingin kau yang akan slalu menjagaku,,,


                                      Sejenak hati ini kembali lelah menangis untukmu
                                              Apakah kau mendengarnya?
                                     Kembali tidak kurasa (sama seperti yang lalu)
                                                  15 May 2011 (12.27)