Rabu, 29 Agustus 2012

Ketidakpastian yang berjarak


Aku tak akan menyalahkanmu atas ketidakmampuanku melupakan kamu
karena kukatakan sekali lagi, aku punya pilihan..
dan aku memilih untuk menjadi bodoh
bodoh untuk tetap menjaga kamu dalam setiap doa-doaku
bodoh untuk tetap melekatkan kamu dalam setiap jengkal ingatanku

silakan kamu menjaganya
aku akan menjagamu lewat doa
silakan kamu bahagia dengan dia
dan biarkan aku bahagia dengan bayangmu
entah sampai kapan....


Aku berteman baik dengan hujan
Dengan hujan yang pernah mempertemukan takdirku kepada kamu
Dengan hujan yang pernah mengajarkanku mencintai kamu tanpa ragu
Dengan hujan yang pernah menemaniku mengeja namamu disaat rindu
Dengan hujan yang kini tengah menguatkan aku untuk rela  melepas kamu


Terima kasih untuk "kamu"...

Aku dan kamu mungkin memang tak pernah mengenal kita
Duniaku masih beraroma embun, sedang duniamu telah berada dalam rengkuhan senja
Bukan salah siapa-siapa ketika aku dan kamu hanya bergulir tanpa pernah saling menemukan
Mungkin memang semesta telah merencanakan demikian


Bagaimana kabarmu sekarang?

Selasa, 22 Mei 2012

hujan waktu itu

Hujan melukisnya pada hamparan legam, sketsa kenangan yang terkurung dalam buliran. Menyatu, menggenang dalam kubangan. Meninggalkan jejak, sebelum akhirnya menghilang..
---o0o---


Hujan tak pernah membebaniku apapun. Aku menikmati derunya serupa harmoni. Imajiku menari seiring semesta yang tengah bersimfoni..
---o0o---

Dentingnya samar, terdengar seperti tengah mengeja aksara, namamu kurasa..
---o0o---


Senin, 07 Mei 2012

aku ingkar...
aku mengingkarimu yang selalu ada
tersimpan.. meski tak terjamah
terkurung... meski bukan dalam genggaman
namun kamu ada... nyata..
dan aku??
aku lari sejauh yang aku bisa...

Rabu, 11 Januari 2012

Seribu bangau kertas


“Jika kamu melipat seribu bangau kertas, maka keinginanmu akan terwujud.” 

Setidaknya itulah yang pernah gue denger. Meski gue sadar kalo itu hanyalah sebuah mitos, tapi gue pernah bener-bener berniat membuatnya. Iya beneran, gue ngelipet kertas-kertas kecil warna-warni menjadi ratusan bangau kertas… walau akhirnya gue berhenti sebelum mencapai bangau ke seribu..hehe (kalau ga salah baru 500-an bangau yang gue buat :p, dan bangau-bangau itu masih gue simpan sampai sekarang lho)

Bukan.. bukan karena gue nyerah, namun waktu itu gue mulai bingung mau gue taruh dimana lagi bangau-bangau itu. Gue udah ngabisin (kalau ga salah lagi) 4 toples kaca buat jadi “kandang” bangau-bangau itu. Ibu gue bahkan sampai heran, ngapain gue bikin bangau-bangau kertas sebanyak itu. Tapi kan ya nggak mungkin gue bilang kek gini sama ibu, “biar keinginanku terkabul, Bu..”  Haha yang ada gue malah diceramahin ibu, “kalau mau keinginannya terkabul ya berdoa, sholat, minta sama Allah…bbla bla blaaa……..(dari A sampai Z, dari terbit fajar hingga terbenam matahari..huuufff..)  

Gue mulai bikin bangau-bangau kertas itu sih mulai SMA kelas 3. Waktu jaman-jaman habis ujian gitu, kan udah banyak waktu luang tuh..mulai deh iseng-iseng lipet sana lipet sini, sambil nonton TV, sambil makan, sambil nyapu, sambil mandi, sambil tidur, sambil salto bahkan… (iya, yang ini ngarang abis :p)  Jadi yang lain pada sibuk belajar buat ujian UMPTN sama SNMPTN, gue malah sibuk ngeritingin jari..haha. Mungkin waktu itu pada ngiranya gue punya minat jadi peternak bangau, tapi beneran ya ga ada sedikitpun niat ke arah sana...sumpah deh. 

Dari awal gue bikin bangau-bangau kertas itu emang buat iseng-iseng aja. Ga ada niat biar keinginan gue terkabul atau apa. Gue dasarnya emang suka aja liat sesuatu yang warna-warni, ditambah lagi waktu itu gue pengangguran yang ga punya acara (kasian banget ya gue..), jadinya ya gue buat aja bangau-bangau kertas warna-warni itu trus gue masukin ke dalem toples, gue jadiin pajangan deh di kamar.
Eh mau liat kalo bangau-bangaunya lagi latihan baris-berbaris sambil bikin fomasi??? Nih aku kasih liaaat… 

twinkle..twinkle.. little star..lalalala

pelangi..pelangii..alangkah indahmu..syalalala...
baby I love you..love you.. love so much



 Keliatan banget kan ya isengnya??

Emang sih waktu itu gue punya banyak banget keinginan, pengen lulus ujian, pengen ketrima PTN, pengen ini, pengen itu..banyak sekaaaaliiii….lalalaa aku sayang sekaliii.. Doraeeemon.. baling-baling bambuuu… (lah malah nyanyi.. ngigo nih orang), tapi gue emang ga ada niat bikin bangau-bangau ini biar bisa ngabuli keinginan gue. Semua itu murni buat have fun aja kok. Tapi kalau emang bener bisa ngabulin permintaan juga ga nolak sih, hehe

Kalo dipikir-pikir, udah segede gitu kok masih aja doyan mainan kaya gitu (emang kaya apa coba???), ngelipet-lipet kertas, emang dulu waktu TK ga diajarin apa sama gurunya?? Mungkin pada mikirnya aku ini korban MKKB, yep Masa Kecil Kurang Bahagia (apa sih ini?? #abaikan). Sebenarnya ga juga, masa kecil gue bahagia-bahagia aja tuh. Cuman, emang gue nya aja yang doyan sama hal-hal “ajaib” bin nyeleneh (sumpah ya bahasa gue…apa pula ini??).

 Tapi, sampai sekarang (gue udah kuliah) gue masih suka bikin bangau kertas, dimana aja gue ingin membuatnya. Hampir setiap gue megang kertas dan gue lagi ga ada kerjaan, udah bisa dipastiin tuh kertas-kertas bakalan menjelma jadi bangau-bangau kertas. Apalagi disela-sela ndengerin ceramah dosen yang seringkali membosankan (semoga dosen gue ga baca tulisan ini). 


Udah dulu yaa.. mau ngasih makan bangau-bangau gue, kasian udah seminggu ga gue kasih makan…kemaren-kemaren sih bilangnya lagi pada diet..hahaha 

Jumat, 06 Januari 2012

Guratan usang..

     Sungguh aku tak sedikitpun berniat menyulut api, karena aku tak kan sanggup bila harus  menghirup asapnya..namun apa dayaku kala dari semua itu tlah tercipta kobaran…aku terkurung dalam perciknya yang sungguh terasa bak sembilu..

     Jangan salahkan aku bila hati berubah membencimu seiring derap langkah sang waktu. Jangan tanyakan mengapa karena aku enggan lagi berkata-kata, meski ku sanksikan kau kan tanyakan. Satu hal yang mampu ku cerna dalam sadar. Darimu lah segalanya berawal…

     Yang tertangkap dalam pandangan hanya kau yang diam, hening dalam  dingin yang senantiasa  menaungimu..entah kapan hangat kan menghampiri tuk sedikit saja mencairkan kebekuanmu..

Hold back My heart

Terasa sulit sekali bagiku menata kembali hati yang telah hancur berantakan..mengumpulkan kembali kepingan-kepingannya yang telah hancur, menyusunnya kembali satu persatu, mencari kepingan yang  hilang, membuang kepingan yang tak perlu, merekatkan kembali kepingan-kepingan itu dengan kuat, menjaganya dengan hati-hati  agar ia  tak jatuh lagi dengan mudahnya lalu kembali  hancur menjadi kepingan-kepingan yang lebih menyedihkan..

Awalnya kupikir mudah..semudah saat aku memutuskan tuk menghancurkannya sendiri..terus-menerus mengingkarinya, mengabaikan teriakan pedihnya, membiarkan keegoisanku mengendalikan semuanya.... benar, keegoisankulah yang menghancurkannya..membuatnya hancur berkeping-keping..

Dari awal aku tau ini tak akan berhasil seperti yang telah ia katakan padaku..tapi aku mengabaikannya karena keegoisanku, karena ketakutanku.. Ya, aku takut mempercayai kata-katanya yang tak sejalan dengan apa yang aku inginkan.. dan aku terus berlari mengingkarinya..mengingkari kata hatiku..