Tetes demi tetes yang mulai menggenang
apa butuh alasan tuk sekedar menunjukkan eksistensinya?
apa tak cukup hanya dengan bahwa ia sudah bosan terkurung dalam paradigma
yang merefleksikannya pada sebuah kelemahan
tak perlu mendoktrinnya tak pantas
karena ia memang perlu ada..
meski seringkali tak jelas untuk apa
namun ia selalu punya makna...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar