Selasa, 22 Mei 2012

hujan waktu itu

Hujan melukisnya pada hamparan legam, sketsa kenangan yang terkurung dalam buliran. Menyatu, menggenang dalam kubangan. Meninggalkan jejak, sebelum akhirnya menghilang..
---o0o---


Hujan tak pernah membebaniku apapun. Aku menikmati derunya serupa harmoni. Imajiku menari seiring semesta yang tengah bersimfoni..
---o0o---

Dentingnya samar, terdengar seperti tengah mengeja aksara, namamu kurasa..
---o0o---


Tidak ada komentar:

Posting Komentar