adakah cinta nampak layaknya gaya lorentz yang kan saling menolak satu sama lain kala kedua pandangan kembali saling beradu namun tak lagi melukiskankan arus asa yang sejalan…?
adakah cinta kan terjamah oleh pandangan mata kala rasa itu hanya kau simpan rapi di balik lengkung cermin dirimu yang gelap..? bukankah kau hanya akan menari bersama semu bayangnya yang terus kau jaga dan kau dekap erat dalam kebisuan gelap anganmu..
adakah cinta masih mampu tegak berdiri di ruang hatimu, kala cahaya yang datang menuntunmu menemukan cekungan di hatinya yang tak lagi utuh untukmu? Mungkin bayangan duniamu yang terbalik seketika akan tergambar begitu nyata di ruang fikirmu..
adakah cinta yang datang akan kau biaskan menjauhi normal logikamu kala kau mendapati hasrat tuk memiliki yang lebih besar?
Entahlah, yang ku tahu cinta tak memerlukan prisma tuk menguraikan warna-warnanya, karena cinta akan menguraikan sendiri warna-warnanya kala ia mulai menyentuh lembaran sketsa hidupmu..
Cinta tak perlu rumus-rumus dari para fisikawan hebat untuk menyelesaikan persoalannya, karena cinta hanya perlu kedewasaan dan saling menghargai..
Cinta tak perlu dianalisa dengan gambar ataupun grafik, karena sering kali cinta sulit tuk diterjemahkan bahkan dengan untaian panjang kosa kata dan angka sekalipun…
# mba’y gila gara2 cinta ya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar