Sungguh aku tak sedikitpun berniat menyulut api, karena aku tak kan sanggup bila harus menghirup asapnya..namun apa dayaku kala dari semua itu tlah tercipta kobaran…aku terkurung dalam perciknya yang sungguh terasa bak sembilu..
Jangan salahkan aku bila hati berubah membencimu seiring derap langkah sang waktu. Jangan tanyakan mengapa karena aku enggan lagi berkata-kata, meski ku sanksikan kau kan tanyakan. Satu hal yang mampu ku cerna dalam sadar. Darimu lah segalanya berawal…
Yang tertangkap dalam pandangan hanya kau yang diam, hening dalam dingin yang senantiasa menaungimu..entah kapan hangat kan menghampiri tuk sedikit saja mencairkan kebekuanmu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar