Terasa sulit sekali bagiku menata kembali hati yang telah hancur berantakan..mengumpulkan kembali kepingan-kepingannya yang telah hancur, menyusunnya kembali satu persatu, mencari kepingan yang hilang, membuang kepingan yang tak perlu, merekatkan kembali kepingan-kepingan itu dengan kuat, menjaganya dengan hati-hati agar ia tak jatuh lagi dengan mudahnya lalu kembali hancur menjadi kepingan-kepingan yang lebih menyedihkan..
Awalnya kupikir mudah..semudah saat aku memutuskan tuk menghancurkannya sendiri..terus-menerus mengingkarinya, mengabaikan teriakan pedihnya, membiarkan keegoisanku mengendalikan semuanya.... benar, keegoisankulah yang menghancurkannya..membuatnya hancur berkeping-keping..
Dari awal aku tau ini tak akan berhasil seperti yang telah ia katakan padaku..tapi aku mengabaikannya karena keegoisanku, karena ketakutanku.. Ya, aku takut mempercayai kata-katanya yang tak sejalan dengan apa yang aku inginkan.. dan aku terus berlari mengingkarinya..mengingkari kata hatiku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar