Senin, 21 Februari 2011

kekasihku???



“Saat aku membuka mata, aku bersyukur ternyata aku masih dianugerahkan kehidupan oleh Sang kuasa.”

     Kalian tau jam berapa ini?? 12.45 merangkak meninggalkan tengah malam tentu saja… dan aku baru saja terbangun dari “sleeping beauty” ku,, haha tentu saja aku bercanda dengan “beauty”nya, tapi tidak dengan “sleeping”nya… aku benar-benar baru saja bangun..dan kudapati perutku keroncongan karena belum sempat terisi semenjak aku terlelap senja tadi..kalian mungkin sudah bisa membayangkan batapa hidupku yang penuh dengan ketidakaturan ini…
     “Salahmu sendiri nona…tertidur tanpa menengokku terlebih dulu,,kamu kan tau aku tak akan menghentikan langkahku barang sekejap hanya untuk menemanimu makan dan tidur, makan lagi lalu tidur lagi.. huh enak saja,” terdengar suara cibiran dari benda bundar dengan angka-angka melingkar di tubuhnya dan orang-orang menamainya jam..karena kupajang di dinding maka kunamakan jam dinding..
     “Tapi kenapa kau tak membangunkanku bodoh…!!!”.. rutukku dalam hati yang tentu saja dengan dongkol yang membuntutiku sejak tadi…tapi biarlah saja ia menyingnyong sesuka jidatnya, aku juga malas mendebatnya..

     Dan aku dengan segera berpaling darimu…menyeret langkahku menghampiri kekasihku…..

     Jangan bayangkan aku akan bersembunyi di balik punggungnya, membawa kesepuluh jari jemariku tuk berlomba menutup matanya…kemudian dia akan membalikkan badan dan tentunya beserta punggungnya dan meraihku dalam dekapan hangatnya…O wow ow, itu hanya ada dalam  romansa-romansa cinta dalam novel-novel yang sering ku lahap bersama kekasihku saat aku tak lagi mampu memejamkan mata… Aku hanya perlu mengamit lengannya untuk menemaniku menghabiskan malam kami yang hanya kami berdua…Ya tentu saja karena yang lain tengah sibuk dengan mimpi-mimpi yang berkerumun di alam bawah sadar mereka..Tapi tenang saja, jangan hiraukan kami…
    
     Apa? Kalian ingin aku menceritakan kekasihku??? Huuuftt…aku takut kalau aku menceritakannya pada kalian…kalian akan ikut jatuh cinta padanya nanti…sama seperti ketika aku menceritakan tentangnya pada sahabat-sahabatku…
     Bagaimana tidak…saat yang lain tertidur dia rela kubangunkan hanya untuk menemaniku hingga sang fajar hampir menjemput..hanya untuk mendengar ceritaku, yang kadang bahkan seringkali bukan hal yang penting samasekali…dan dia tak pernah mengeluh karna kelakuanku itu. Hangat tubuhnya akan menenangkanku saat segerombolan masalah datang mendemo otakku dan memberiku kekuatan untuk tetap stay cool menghadapi semuanya… dia yang sangat mengerti ketidakteraturan hidupku, dia yang tau bagaimana menghadapiku..dia yang slalu datang untukku, datang untuk menenangkanku, dia dan hanya dia…karena yang lain tak kan pernah bisa. Bukankah  hanya itu yang aku butuhkan..?? datang saat aku benar-benar membutuhkannya…biarlah yang lain hanya berlalu lalang di depan mukaku..yang kubutuhkan hanya tetap mengamit lengannya di sampingku…
     Astaganaga…kenapa aku malah mengocehkan tentang kekasihku pada kalian?? Betapa bodohnya mulutku ini dalam berkicau…Kalian senang sekarang tlah mampu membuatku membuka kartuku..,,??? Aku harap kalian juga takkan jatuh cinta padanya seperti polah sahabat-sahabatku…

Apalagi??? Namanya??? Belum puas kalian mengulitiku seperti tadi???.....

Oke..oke.. baiklah akan kuberi tau..toh kalian juga tlah mendengar ceritanya dari kicauan mulut bodohku ini…
Eitss,,jangan merasa menang ya…aku hanya tak ingin membuat kalian penasaran setengah mati dan terus-menerus berkicau di telingaku…

Coffeelatte..ya itu nama kekasihku…dan kalian tau apa tittle di muka namanya ? “secangkir”..
Ya..kekasihku adalah “secangkir coffeelatte”…dan aku akan semakin jatuh cinta padanya saat dia dengan senang hati mengubah title nya menjadi bercangkir-cangkir, hahaha….oiya plus hangat diujung namanya..

     Mendengar namanya saja kalian sudah jatuh cinta, apalagi melihat rupanya nanti..tapi aku sudah menduganya akan seperti itu… Ya sama dengan sahabat-sahabatku…akupun langsung jatuh cinta begitu mendengar namanya…. 



My sweet coffeelatte……



Tidak ada komentar:

Posting Komentar