Senin, 21 Februari 2011

ngomel lagi..



Aku masih berkutat dengan pena beserta ratusan alphabet yang berbaris di anganku, menanti giliran tuk tertuang pada tiap lembar khayalanku..Sesekali terdengar denting jemariku saling beradu dengan keyboard laptopku, merangkai segala bentuk potongan puzzle kata-kata yang tercipta dalam ruang imajiku.
     Aku tak mempedulikan ejekan sang luna kala deretan kata-kata itu mulai terpampang dalam layar ajaib sebagai kalimat-kalimat…Aku tau ia hanya bergurau…bergurau demi  menemaniku melahap malam yang masih terus meringkuk di sudut langit yang gelap..
     Tanganku kembali beradu bukan dengan pena atau tuts keyboard lagi, namun dengan sebuah cangkir yang sedari tadi termangu disampingku..menunggu sang empu merengkuh dan mereguk habis cafein yang memenuhinya, kemudian dia akan berteriak “lagi…lagi…lagi..”, dan akan begitu berulang-ulang. Astaga aku seperti tengah mendiamkan bayi yang terus merengek karena menyadari susu di botolnya amblas sudah. 
     Tapi biarlah, toh akupun begitu kala kusadari cangkir disampingku telah kosong melompong dari cafeein,,tadinya aku berpikir “kemana larinya temanku yang satu itu? Bagaimana ia bisa keluar dari penjaranya? Tak mungkin kan sang luna turun ke bumi hanya untuk menyeruput coffe ku, konyol fikirku.”
     Mungkin karena tak terima sempat ku jadikan tersangka, dari langit luna setengah berteriak,”bukankah coffee-coffee itu sudah kau pindahkan dari cangkir ke kantong ajaib di perutmu nona.”
Uupss….oiya aku lupa, maafkan aku lunaku, terima kasih telah mengingatkanku…J

     Dan sekarang otakku sudah beranjak cerdas. Saat lidahku tak lagi menemukan coffee2 meringkuk dicangkirnya, tak perlu aku repot2 mencarinya..karena sudah dapat kupastikan mereka tengah tertidur pulas diperutku… pantas saja kupanggil-panggil tak menyahut, rupanya sudah dibawa terbang oleh sang mimpi…
     Mataku tertuju pada sesuatu,,astaga..!!! waktu membelah jam dinding ku menjadi 4 bagian…dan dengan tanpa dosa tlah menghabiskan ¾ bagiannya…kemana saja diriku ini sedari tadi…??
     Ya sudahlah…lebih baik kuhabiskan saja ¼ bagian yang masih tersisa…

Night…olala salah…morning….hufftt

*saat aku kembali dari negri khayalanku, ternyata luna sudah tertidur….huuu katanya mau menemaniku sampai sang fajar datang mendepakmu, dasar..*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar